Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

REFLECT OF MY SELF

Posted by Unknown , Wednesday, April 3, 2013 8:08 AM


http://fera10023184.files.wordpress.com/2012/12/gambar-kartun-cewek-berjilbab-merenung.jpg

Mungkin dimata orang-orang aku bukan tipe cewe yang bisa banyak-banyak bicara. Aku bukan tipe-tipe orang yang bisa dijadikan pemimpin. Bukan tipe orang yang bisa dengan mudah bergaul dengan orang lain. Karena, aku akan sangat marah jika aku tak dipercaya oleh orang lain. Aku akan sangat marah jika....

-SELINGAN SIANG-

Posted by Unknown , Wednesday, March 20, 2013 3:12 PM

MENU MAKAN SIANG
Saya rasa, minuman yang saya pesan ini cocok untuk Anda siang ini... Melihat cuaca Magelang yang panas. Minuman ini diramu dengan aneka buah segar, dan sedikit gula tambahan. Rasanya, Hmmm..

17-18 Maret 2013

Posted by Unknown , 11:29 AM

16.30 WIB
Menuju Kota Jakarta yang amat gemerlap
Gemerlap dengan kemacetannya, keramaiannya, dan semua tetek bengeknya..
Dari Magelang, aku berangkat naik Travel menuju Duren Sawit. Tiba di JakTim pukul 05.30 pagi. Mampir ke rumah kontrakan kakakku. Hm.. yang aku kagum dari dia, Kok bisa-bisanya betah ya, tinggal di kota Jakarta ini. Tempat yang kata orang menjanjikan, tapi, dilihat dari fisiknya, sangat tidak nyaman...
Nyaman bagi orang yang beruang.

PERJUANGAN BAPAK

Posted by Unknown , 10:52 AM

Terkadang aku bingung.. Bingung dengan beliau ini. Seharusnya, di usianya yang sekarang, beliau sudah berada di rumah, duduk santai, menanti anak dan cucunya pulang dari bekerja. Tapi, yang tak habis pikir, kemana anak-anakya?

DALAM BUI CERITA LALU

Posted by Unknown , Sunday, March 10, 2013 7:49 PM



Alin masih termangu dalam ruangan dingin ber-AC ini. Padahal di luar sana, udara masih lebih dingin dari dalam rumah.
“Matikan AC-nya Lin, nanti kamu sakit. Belum hafal juga to sama awakmu?”
“Biar pikiran Alin tambah dingin Buk, masih pening.” Katanya tak memperhatikan kehadiran ibunya.
“Apa? Masih pening? Kamu masih mengingat-ingat lelaki itu? Tega kamu sama ibuk. Semenjak kamu kenal dia, sikapmu jadi gak jelas. Tingkahmu sama ibu jadi berubah!” Bentak ibu membuat bulu kudukku berdiri. Merinding. Seperti biasanya. Tapi aku tetap tak goyah dengan apa yang aku pikirkan.
“Ibu kayak gitu juga sama Edra. Ibu gak pernah nerima kehadirannya buat Alin. Alin udah gede buk. Edra juga udah dewasa. Ibu masih gak bisa nerima dia karena dia keturunan Eropa?”
“Lin, ibu Cuma pengen yang terbaik buat kamu.

AT HAPHAZARD.. IS YOU..

Posted by Unknown , Monday, December 31, 2012 8:16 AM

Kemarin, aku masih sempat melihat dia tersenyum. Entah karena memang dia sudah terlihat lebih baik, atau hanya sekedar menghiburku. Aku tak pernah tahu persis tentang kehidupannya. Tapi, aku sudah mengenal dia selama hampir 5 tahun. Setelah sekian lama juga, aku bekerja di pabrik. Akupun selalu mencoba paham dan mengerti, bahwa tak ada sesuatu yang Tuhan lakukan terhadap makhluknya kecuali untuk kebaikan. Bahkan ketika sakit sekalipun.
"La.." Sapanya dengan menyentuh tanganku, tatkala dia tahu, aku tengah tertidur di sampingnya.
"Udah bangun Zen.." Kataku tersenyum, sambil mataku sedikit-sedikit terpejam dan membuka, menahan kantuk. Maklum, semalaman aku tak tidur.
"Kamu kok gak pulang?" Katanya lirih.

BANJIR.. OH BANJIR...

Posted by Unknown , Friday, December 28, 2012 10:19 AM

Sumber : http://metro.kompasiana.com
Langit Jakarta mendung tak pasti. Warga sekitar yang sedang menjemur pakaian, tiba-tiba menarik pakaiannya kembali dan berlari ke dalam rumah.
"Dan?!! Kesini!" Teriak salah seoarang anak berambut keriting dari arah loteng tetangga sebelah.
Yang dipanggil masih celingukan.
"Dandi!! Di atas! Loteng!"
Dandi menoleh ke atas. Lalu berlari masuk rumah tetangga, dan menyusul Aga alias krebo, begitu teman-teman menyebutnya.
"Kata Emak, kalo mendung begini, harus hati-hati, naik ke rumah yang lantainya dua. Desa sini sering kena banjir Dan! Tinggi loh. Setinggi rumah." katanya berperaga seperti seorang yang bercerita. 
"Masak sih, rumahku gak punya lantai dua Bo?!"
"Kamu ajak aja Emak kamu sama Bapak kamu kesini. Ke atas sini. ini rumah mbahku."
"Emakku pasti rak gelem Bo, nembe kerja."
"Apa Dan? Aku gak ngerti."

SELEMBAR SISI HITAM

Posted by Unknown , Wednesday, December 12, 2012 10:03 AM

Sumber : http://octanegara.wordpress.com/2012/01/26/potret-keikhlasan-ayah-dan-putrinya/
Beberapa hari yang lalu, di bawah kolong meja, aku menemukan secarik kertas. Setelah kubuka, ternyata ada secuil kata-kata yang isinya seperti ini...

----------------------------------------------------------------------
Untuk Bapak,

Pak, aku mungkin gak bisa pulang minggu ini. Masih banyak orderan di tokoku. Jadi aku masih sibuk. Kuharap Bapak ngerti dengan keadaanku. Uang untuk Bapak, mungkin sebulan lagi baru aku bisa ngirim. Keadaan ibu bagaimana Pak? Apakah baik-baik saja? Aku kangen sama ibuk. Adik-adikku juga. Sebenernya pengen cepet pulang, tapi, mau bagaimana lagi? Aku lagi butuh uangku untuk keperluanku di sini. Salam buat Ibuk. Aku kangen. Buat Adik-adikku, belajar yang rajin ya...

Salam,
Rani

----------------------------------------------------------------------
Aku lantas memberikan surat itu kepada Ayahku. Dia terkejut melihatnya.
"Rani siapa Pak?" Tanyaku dengan semakin penasaran karena Ayah terlihat gugup.

LITTLE HORROR...

Posted by Unknown , Friday, December 7, 2012 12:08 PM

http://thearoengbinangproject.com/2012/11/uji-nyali-di-puser-bumi-gunung-jati-cirebon/
Kulirik kanan kiriku. Ternyata hanya ada pohon dan pohon. Dengan sedikit gugup kuteruskan langkahku sampai di ujung jalan. Ada semburat cahaya yang terang di belokan sebelah kanan. Serasa ada semangat baru untuk melangkah. Akupun tanpa ragu mendekat ke arah cahaya itu.
"Hoh... Tuhan..." Ucapku spontan.
Ternyata yang ada hanya lampu neon di atas pekuburan. Mungkin orang yang meninggal disitu baru beberapa hari. Sehingga masih ada tenda dan lampu-lampu di atasnya.
Dari arah berlawanan, kulihat ada sepeda motor yang datang.
"Pak..pak.. mbonceng sampe desa boleh Pak?" Kataku dengan nada memohon. Yang kuajak bicara hanya memandangku seolah tak percaya.

TANYA TERAKHIR

Posted by Unknown , Saturday, November 24, 2012 5:05 AM

Ia datang kepadaku dengan hati-hati. Sesekali kepalanya yang tertutup topi koboi itu melihat kearahku. Kadag kali ia menunduk. Aku bergetar mendengar langkahnya berhenti. Satu meter di sebelahku.
"Mana?"
Aku segera mengeluarkan amplop dari tas kecilku.
"Besok ku tunggu lagi. Dan jangan terlambat." Ucapnya.
Dengan tanpa mendongakkan kepala, wajahnya yang misterius itu masih menyimpan tanya di benakku. Aku hanya takut di guna-guna,

UNFORGETABLE ONE...

Posted by Unknown , Wednesday, November 21, 2012 4:10 AM

http://arinaforlife.blogspot.com/2010/06/cuma-mau-bicara-cinta.html
Dengan pura-pura siap aku datang ke ultahnya Dewika. Baju khas kotak-kotak panjang dengan kaos  dalam putih bertuliskan i love surabaya. Rambut  yang bergelombang kusisir rapi. Tak lupa jam tangan kesayanganku kupakai di tangan kiri.
“Kemana Gi? Jadi ke ultahnya Dewika?” Sapa temenku yang lagi asyik merokok di tepi jendela.
“Iya. Nglegain yang ngundang.” Kataku tanpa ekspresi kemudian mengambil kunci motorku yang tergantung di depan almari.
“Sukses bro.” Kataku tersenyum. Aku hanya mengangkat pundak.
Huwh.. padahal sudah kalang kabut rasanya. Berangkat. Gak. Berangkat. Gak. Mengingat wajah dewika, membuatku grogi. Bahkan ketika tidak di hadapannya sekalipun. Perjalanan pendek yang hanya 3 kilo, serasa hanya 3 meter, karena senyum itu selalu saja mendadak dan tiba-tiba muncul saat aku melamun.
“Woy mas. Jalan mas!!!” teriak seseorang ketika kulirik dari kaca helm, traffic lightnya telah berwarna hijau. Segera kuganti gigi rendah dan tancap gas perlahan-lahan.
‘ddrrrrt’drrrt’.

DEAR AZKA...

Posted by Unknown , Saturday, November 17, 2012 4:08 AM


Bagaimana kabarmu? Sekian waktu yang terlewati, telah mengikis sedikit demi sedikit persahabatan yang telah lama... aku di sini hanya mengingat-ingat yang mungkin kalian tak ingat. Saat aku mencoba memuntahkan ini, yang ada dalam benakku hanya satu demi satu kilat peristiwa yang membayang dari sudut kecil memori otakku. Aku benar-benar sakit. Sambaran-sambaran tonggak kita yang dulu tajam, berbalik menjadi duri kecil yang teramat menusuk.

SILUET DI TAMAN MALAM

Posted by Unknown , Friday, November 16, 2012 4:50 AM


Kulepas jaket yang masih melekat ditubuhku. Mendung justru membuat udara semakin panas. Termasuk malam ini. Camcorder dan note book kecil yang masih melekat di tanganku kuletakkan di samping tempatku duduk. Banyak orang masih berlalu lalang melewati tempatku duduk. Banyak yang hanya ingin bersenang-senang, meluangkan waktu bersama keluarga, dan ada yang sedang melepas lelah. Terlihat dari cara mereka berjalan dan berlarian menuju tengah lapang.
Aku mendekati salah satu dari mereka. Kuperhatikan benar-benar raut mukanya. Sepasang mata yang sembab dengan bibir kering  dan pandangan kaku ke depan setengah melamun.
“Sendirian?” Sapaku mencoba mencairkan suasana.
Ia hanya menjawab dengan gerakan bibir dan setitik air mata yang menetes dari kantung matanya. Aku rangkul dia dan kubiarkan dia menangis sepuasnya. Dia menatap mataku lekat...

DALAM SUNYI

Posted by Unknown , Tuesday, April 24, 2012 3:16 PM


Hari ke 15. Dan diapun belum membuka mata. Aku berharap-harap cemas pada pasienku yang satu ini. 2 minggu yang lalu, dan akupun masih ingat dengan jelas peristiwa itu. Ketika sebuah mobil inova melaju kencang dari arah timur Jl. Kenanga menuju depan Rumah Sakit ini. Sungguh kaget bukan kepalang, posisiku berada di seberang jalan tepat di sebelah kanan mobil. Kulihat betul laki-laki itu terjepit dan mencoba untuk keluar. Semua orang berlari mencoba menolong. Aku justru berlari ke dalam Rumah Sakit kemudian hanya melihat peristiwa itu dari arah jendela ruang kerjaku, menunggu para perawat yang lain mengangkatnya ke dalam tandu. Sejenak pikiranku lengang, telingaku berdengung tak mendengar  apapun, pandanganku gelap.
“Flora.” Sapa perawat yang tanpa sadar telah berada di samping dan memanggil namaku beberapa kali. Entah berapa lama.
Aku menoleh ke arahnya dengan tanpa tahu raut wajahnya.
“Kamu pucat sekali. Are you alright?” Diena menepuk pundakku.

TIRAI KELABU

Posted by Unknown , Monday, April 23, 2012 11:20 AM


Namaku Soraya. Oleh teman-temanku, aku sering dipanggil Raya. Aku tinggal disebuah kota tepatnya Mawar asri. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku, satu orang kakak laki-laki dan satu orang kakak perempuan. Kak Yos, begitu nama panggilan kakakku yang pertama. Dia sekarang tengah menempuh pendidikan S1nya di Jogja semester 5, sementara, Kak Puput, dia menempuh pendidikan S1nya di Semarang, semester 1, dan tinggal bersama Kakek dan Nenekku disana.
Aku sendiri, aku baru saja lulus dari SMA. Tinggal aku yang masih bingung mau menyambung hidup yang seperti apa. Papa bilang, aku mondok saja,