Perahu kertasku kan melaju Membawa surat cinta bagimu Kata-kata yang sedikit gila Tapi ini adanya Perahu kertas mengingatkanku Betapa ajaibnya hidup ini...
Saat ini
Yang membuatku bahagia
Hanya kau saja
Bersamamu saja
Karena engkau yang selalu membuatku ada
Berada di rangkulan hatimu yang aman dan nyaman
Membuka lembar demi lembar dengan perlahan
Namun pasti...
Aku seperti orang bodoh saja masih berada di tempat ini.
Dengan segala keterbatasan yang ada.
Terbatas ruang,
Terbatas teman,
Terbatas bicara,
Terbatas...
Mungkin aku salah..
Terlalu menuntut ini
Mungkin aku salah..
Bila saja aku mungkir
Tapi tetap kuakui,
Dan, aku tidak akan mengulang kata-kata gombal itu
Aku biasa
Seperti hati dan pikiran kalian yang ingin bebas
Yang kurasa
Aku berhak menuntut hak
"Seperti kalian"
Apa karena aku 'bukan siapa-siapa?
Apa...
Aku tak peduli dengan apa orang lain bicara.
Mereka hanya bisa melihat, tak ikut mengerti.
Meski sedikit.
Biar ku bergerak dalam ruang bebasku sendiri
Mencipta angan-angan dan menembus angan
Dengan caraku sendiri
Meski sulit
Aku tak papa dengan keadaan ini
Saat ini
Saat aku tengah berteduh pada kelapangan jiwa
Saat aku mencoba bersabar pada kenyataan...
Mengapa badai datang
Menghantam dan memukul-mukul diri ini dengan sakit
Mendera..
Aku masih saja menari
Meski irama tak lagi berbunyi
Aku akan terus bernyanyi
Mencoba menserasikannya dengan denting-denting kehidupan yang ada
Meski "Do" tak lagi "Do"
Hii Bintang... Meski telah lama aku tak menjumpaimu.. Engkau tetap saja bersinar di atas sana..
Tersenyum pada dunia yang tak lagi bersahabat. Kerlip-kerlip seperti mataku saja, seirama dengan arah angin..
Bintang... Pagi ini aku tak bersamanya lagi
Dalam kerinduanku, aku masih terjaga
Menemani malam yang beranjak malam
Aku ingin segera pagi
Menyambut terangnya yang tak terganti
Menerima lembar baru yang terus terbuka
Lalu mengisinya dengan tinta-tinta arang
Yang entah biasa atau luar biasa...
Namun...
Lengang malam memicikkan rona rembulan
Bila ia tak terang jua
Kuingin Engkau yang pertama mengangkatku
Membawa pergi keresahan yang tinggal
Biar pahit jua..
Kuingin berdoa saja
Dan berdoa saja..
Tak bisa kusembunyikan
"Kadang.. Hidup tak bisa mengerti kita"
Tapi menurutku, kadang kita yang harus paham
Tentang bagaimana kita harus melakukan action yang tepat..
Memang, kita terkadang tak tahu, dengan rencana yang seperti apa
Tapi menurutku, terkadang kita harus membuat prediksi yang baik
Dengan melakukan usaha yang baik,
Jodoh, rejeki, jalan hidup memang tak dinyana
Buat apa merengkuh riuh menggenggam ego
When i lost in the darkness, His bright shine upon me
When i fell in the ravine.. He gives me a bridge and strange His hand to help me
When i laugh and happy because of anything in this world
He show me any sadness, so i stop laughing
When i confuse..
His reason first is to make me understand
When i in sadness..
He laugh me, so i ashame with the tears.....