Dalam kerinduanku, aku masih terjaga
Menemani malam yang beranjak malam
Aku ingin segera pagi
Menyambut terangnya yang tak terganti
Menerima lembar baru yang terus terbuka
Lalu mengisinya dengan tinta-tinta arang
Yang entah biasa atau luar biasa...
Namun...
Kulepas jaket
yang masih melekat ditubuhku. Mendung justru membuat udara semakin panas.
Termasuk malam ini. Camcorder dan note book kecil yang masih melekat di
tanganku kuletakkan di samping tempatku duduk. Banyak orang masih berlalu
lalang melewati tempatku duduk. Banyak yang hanya ingin bersenang-senang,
meluangkan waktu bersama keluarga, dan ada yang sedang melepas lelah. Terlihat
dari cara mereka berjalan dan berlarian menuju tengah lapang.
Aku mendekati
salah satu dari mereka. Kuperhatikan benar-benar raut mukanya. Sepasang mata
yang sembab dengan bibir keringdan
pandangan kaku ke depan setengah melamun.
“Sendirian?”
Sapaku mencoba mencairkan suasana.
Ia hanya menjawab
dengan gerakan bibir dan setitik air mata yang menetes dari kantung matanya.
Aku rangkul dia dan kubiarkan dia menangis sepuasnya. Dia menatap mataku
lekat...