INI JALANKU

Posted by Unknown , Sunday, March 17, 2013 7:59 AM



Siang seperti tak terasa
Lelah hanya seperti sumilir angin
Yang menyibak helai rambutku
Rambutku semakin sedikit saja
Mesra dengan waktuku yang terbuang manja…

Tak terasa, dentuman-dentuman menit dan detik
Kian memaksa
Mendekati ke telinga untuk harus kudengar

DALAM BUI CERITA LALU

Posted by Unknown , Sunday, March 10, 2013 7:49 PM



Alin masih termangu dalam ruangan dingin ber-AC ini. Padahal di luar sana, udara masih lebih dingin dari dalam rumah.
“Matikan AC-nya Lin, nanti kamu sakit. Belum hafal juga to sama awakmu?”
“Biar pikiran Alin tambah dingin Buk, masih pening.” Katanya tak memperhatikan kehadiran ibunya.
“Apa? Masih pening? Kamu masih mengingat-ingat lelaki itu? Tega kamu sama ibuk. Semenjak kamu kenal dia, sikapmu jadi gak jelas. Tingkahmu sama ibu jadi berubah!” Bentak ibu membuat bulu kudukku berdiri. Merinding. Seperti biasanya. Tapi aku tetap tak goyah dengan apa yang aku pikirkan.
“Ibu kayak gitu juga sama Edra. Ibu gak pernah nerima kehadirannya buat Alin. Alin udah gede buk. Edra juga udah dewasa. Ibu masih gak bisa nerima dia karena dia keturunan Eropa?”
“Lin, ibu Cuma pengen yang terbaik buat kamu.

...BINTANG PAGI....

Posted by Unknown , Saturday, March 9, 2013 10:56 AM

Hii Bintang... Meski telah lama aku tak menjumpaimu.. Engkau tetap saja bersinar di atas sana..
Tersenyum pada dunia yang tak lagi bersahabat. Kerlip-kerlip seperti mataku saja, seirama dengan arah angin..
Bintang... Pagi ini aku tak bersamanya lagi

TINTA-TINTA ARANG...

Posted by Unknown , 10:45 AM

Dalam kerinduanku, aku masih terjaga
Menemani malam yang beranjak malam
Aku ingin segera pagi
Menyambut terangnya yang tak terganti
Menerima lembar baru yang terus terbuka
Lalu mengisinya dengan tinta-tinta arang
Yang entah biasa atau luar biasa...
Namun...